Rabu, 16 September 2009

Faisal Tomi Saputra : Mahasiswa dan Nasionalisme

Tomi, seperti mahasiswa lainnya, sehari-hari menjalankan rutinitasnya yaitu kuliah di slah satu perguruan tinggi negeri di Banten. Mengambil studi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, bungsu dari dua bersaudara ini sangat semangat menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswa. Walau mengaku kadang terlambat masuk kelas, Toming mengaggap hal itu lebih baik daripada tidak masuk sama sekali, “kan better late than never, ya gak?” jawab Tomi saat saya wawancarai disela kesibukannya menuju rumah kerabat. Ya, saat itu Tomi memang sedang dalam deadline tugas kampus yang harus diserahkan Selasa 6 Januari 2009.

Almunus SMA 2 KS ini sangat hobi membaca, referensinyapun beragam, mulai dari konsentrasi studi bidang filsafat, agama, hukum, pemerintahan, hingga novel-novel yang dapat memberi inspirasi. Saat ditanya tentang motto dari hidup, Tomi dengan mengernyitkan dahi menjawab dengan berwibawa, “ Kesabaran untuk suatu keniscayaan”. Maksud dari motto ini kata Tomi adalah bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar untuk meraih suatu kemenangan dalam hal ini prestasi. Selain membaca Tomi juga hobi menonton film. “Terakhir gue nonton tiga doa tiga cinta”, tambah Tomi.

“Belajar Dari Sejarah”

Bagi teman kelas Tomi, berbincang dengan Tomi sama halnya dengan berbicara dengan bapak bangsa, tak heran beberapa menjuluki Tomi sebagai “bapak bangsa”, tentunya hanya sekedar anekdot. Walaupun begitu panggilan tersebut bukanlah muncul begitu saja tanpa alasan jelas. Sebutan tersebut muncul tidak lain karena wawasan yang dimiliki Tomi tentang ilmu fisafat, sosial, kenegaraan, serta sejarah bangsa sangatlah luas. Tomi juga termasuk mahasiswa yang kompeten dalam menyampaikan gagasan-gagasannya. Berikut ini sedikit petikan dari wawancara saya dengan Faisal Tomi :

Bangga gak jadi sebagai bangsa Indonesia?

“jelas bangga, hadits menyebutkan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar juga pejuang-penjuangnya yang berpikir besar.”

Esensi sesungguhnya dari bangsa Indonesia?

Bangsa merupakan sekumpulan manusia yang bersatu pada 28 Oktober 1928 dan terletak antara 2 benua dan 2 samudera yang merupakan suatu proses alamiah. Yang dimaksud alamiah disini adalah bangsa itu tanah air dan manusia. Bangsa terlahir dari meleburnya suku bangsa menjadi satu kesatuan, dan dari situ bangsa Indonesia lahir.”

Siapa pejuang yang paling dikagumi?

“sebenarnya saya tidak terpaku pada satu orang saja, karena hal itu cenderung membuat kita berlebihan, dan nantinya hanya meniru gaya. semua pejuang saya kagumi. Namun jika diberi kesempatan memilih Ir. Soekarno dan Tan Malaka yang saya jadikan contoh. Soekarno pemimpin besar revolusi, berjuang atas dasar akidah untuk suatu persatuan dan kesatuan nusantara. Banyak hal dapat dipelajari dari mereka, satu pesan yang harus kita pahami lebih dalam lagi yaitu jangan pernah melupakan sejarah. Belajarlah dari sejarah.”

Bagaimana pandangan Tomi mengenai pemuda?apa arti pemuda buat Tomi?

“Pemuda adalah seorang yang mau bergerak dan berpikir serta menyerahkan jiwa raga demi terangkatnya harkat dan martabat hidup manusia. Pemuda sangat berperan dalam setiap detik perjuangan bangsa Indonesia. Bisa kita lihat dari Budi Utomo, Taman Siswa, Sumpah Pemuda, Proklamasi Indonesia, hingga terbentuknya NKRI”

Bagaimana seharusnya pemuda bersikap saat ini?

“pemuda harus bisa menghargai dan belajar dari sejarah. Hal ini penting karena untuk melangkah ke depan kita tidak boleh melupakan masa lalu agar tahu kesalahan kita dan tidak mengulanginya lagi di masa mendatang.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar